Designing An Effective-Efficient IT Role On Government For Indonesia (Part 1)

Indonesia has done Presidential Election , And Jokowi-JK are the winner. 

As an IT Pro , i just glad, that this technology-based couple who win , because they always describe boldly on their election speech.

But , the dreams are always need a hard work to make it real, so with this new spirits, we should start to describe and planning how IT Role on Indonesian Government will be on next 5 years.

Here is the Plan ( my plan exactly ;) )

1.  Defining an IT Role, let say a council division , straight under the higher person, President Of Indonesia . This structure can be a similar form with IT Role on corporate business, combine with a huge portion of Development and Research Department. 

2.  Planning And Describe All Policy about role, connectivity, relation, design, between the centre of datas and policy ( Capital Policy / Capital DC / Capital IT ) with all Provinces in Indonesia top down, and bottom-up from villages, city, Provinces and so on. Make a specials department to this tasks, they must working continues to make best practices and best quality Indoensian-base-Role design .

3.  Create Infrastructures Team, contains Electrical, City-Design, Networking, DC-DRC-Server team, who will defining a standard for infrastructures , connection methods, cabling methods, DC / DRC and Server Policy, and setting up Role-Design for physical-access Policy.

4.  Creates Business Analyst team, a department  who defining the needs on every business, every services on villages, city and defining Country goals. They defining rules, process and indicator , defining and creates timeline on every services. There will be one section BP analyst on every department on this government to defining needs from scratch to a multi-information integrated readable dashboard . This is a special team for developing a eGov-blueprint .

5.  And , Department of System Architect or System Development . This team responsible to all development and designing of Software, Portal and Mobile system. They can development by them self, or using third-party vendor .

6.   Creates A Department of Vendor Management. Will be exist only on Capital IT. They will creates policy of how system will interacting with other vendor, vendor it self can provide infrastructures, or services, from a single company to a multi-company project, or inter-national project relation. All project from provinces and city will follow the regulation online from this services, so all will be transparent , and we hope to press the corruption to lowest level. 

7.  Creates, a very important department of Research and Development . Will be actively learn , dig, defining, testing, re-inventing all the knowledges, and methods, on Capital IT Centre , and they will be recruiting too .

8.  And the last but maybe the most important ones, Department Of CERT. For receiving incident report, process and collecting, research and defining security on whole system. This may contains a bunch of amazing sysadmin hehehe …

 

Thats a first step .. next step , we will talk about services ..

 

 

 

 

Humanizing Technology

Technology is a conduit and we are the content.
People will suddenly forget what we say and what we do, but hard to forget what feel we gave them.
So developing a technology project mostly about vanishing all the negative feelings about both non-technicals and technical problems, and focus on what really matters for the project and whole members.

Humanizing Technology Concepts

The Not Too Smartphone and not too smart consumers

The problem With Android (not too) smartphone Is they have to Many segment to maintain, that’s will cause focus problem . The focus problem Will create a non-best package . That’s will cause a problem for users on every segments.
That’s the problems for android devices of all manufactures. Why ? Because they just wanted to be a market leader ASAP , and sacrificing the qualities.
They all forget that’s the qualities is the main ingredient of being market leader.
For me because android is a free mobile OS , users just have paid for the hardwares. So a Chinese android smartphones maybe will cost us just around Rp.500.000 And the Galaxy Family around Rp.1-2 million .
Cause for now, when you have Samsung S4 Running Jelly Bean that’s will equal on OS comparison with Mito running the same version , with a huge cost different .
That’s ridiculous !

Demam Joget , Acara TV Yang Semakin Dodol

Dimana mana di setiap chanel TV nasional, semua acara sekarang ini pasti ada jogetnya. Parahnya lagi acara-acara tersebut, sama sekali tidak punya signature-content . Rata – rata content nya sama, artis – artis yang naik daun (dengan cara apapun :-)  ) , tema percakapan juga gossip diantara mereka saja, atau paling tidak tentang keluarga mereka, atau pura-pura saling jodoh dan pendekatan terhadap sesama artis pendukung acara. Continue reading

KTP Tanpa Pengenal Agama

Wacana menghilangkan agama di KTP sudah keterlaluan. Alasannya agama membuat kita terkotak-kotak (nasionalisme lagi) , agama adalah urusan pribadi masing masing (berarti tidak lama lagi jenis kelamin juga tidak dicantumkan, lah ini kan yang paling pribadi ?).
Agama katanya akan membuat kesetaraan hilang, perlakuan antara agama minoritas dan mayoritas akan selalu ada saat agama terlampir di salah satu kolom KTP.
Berarti foto juga akan hilang dong dari KTP, karena saat kita mendaftar ke jasa apa pun saja, pasti kesetaraan akan hilang karena foto kita akan menggambarkan jenis kelamin, menggambarkan usia dll. Nah bukan kah ini ketidak-setaraan juga ?
Katanya agama itu konsumsi pribadi dan membeda-bedakan manusia, berarti tanggal lahir di hapus juga dong, entar mau masuk diskotik kan dibeda-bedakan dari tanggal lahir, 17 tahun keatas misalnya..

Ahh Indonesia .. makin pinter apa makin aneh yah ?

Ilmu adalah dan Ilmu inilah

Istilah diatas saya dengar pertama kali dari seorang rekan kerja, tamatan ilmu fisika ITB, yang melenceng menjadi pekerja di bidang pengembangan manusia.

Ilmu adalah, dimaksudkan untuk menyebutkan sebuah, beberapa atau banyak pengetahuan , yang ada pada diri kita sangat kita kuasai, sampai detail teori bisa kita gambarkan, bisa kita deskripsikan bisa kita buat menjadi makalah, artikel atau bahkan jurnal dan buku. Ilmu yang benar benar dengan nyaman kita bisa ceritakan, bisa kita sebarkan, bisa kita encourage ke personal lain melalui cara kita menguasai ilmu tersebut.

Ilmu adalah, kerap dipertontonkan oleh atasan, bos, dosen, orang tua, kita sendiri, remaja, bahkan adik dan anak kita tanpa kita sadari, atau bahkan beberapa memang kita sengaja tidak sadari,

Ilmu Adalah adalah ilmu yang paling banyak beredar, paling banyak di duplikasikan, paling banyak di wartakan, banyak di senandungkan, banyak diiklankan, banyak dijanjikan. Yang jelas mayoritas ilmu dan pengetahuan yang beredar  bisa kita kelompokkan ke jenis ini.

Tulisan ini juga termasuk didalam kategori ilmu adalah. Ilmu bagaimana menulis  artikel untuk mendeskripsikan maksud dari ilmu adalah dan ilmu inilah .

Sedangkan ilmu inilah punya dimensi yang lebih tajam, walau tidak mengharuskan kita belajar dari awal setiap esensi yang dikandung. Ilmu ini, merupakan perspektif sederhana, dan terkadang jalan pintas dari penguasaan ilmu adalah.

Ilmu inilah, adalah perwujudan secara explicit dari teori yang terkumpul sekian lama, metode yang dikoleksi sekian lama, gaya bicara, gaya gerak tubuh, yang sekian lama di kaburkan, menjadi satu bentuk padat pembuktian.

Ilmu inilah adalah praktek langsung dari ilmu adalah.

Jika ilmu adalah mengenai cara menulis yang baik berarti : Judul, daftar isi, batang tubuh ,penutup dan resensi,

maka ilmu inilah sama dengan membuat tulisan.

Keseluruhan kata dan kalimat yang Anda baca barusan adalah ilmu adalah dari Saya.

Setelah ini saya selesaikan, maka ini adalah ilmu INILAH.

Berapa persentasi ADALAH dan INILAH  dalam hidup kita ? Both Duniya Wal Akhirah ?

Wassalam

Razmal Djamal